Sebuah film dengan latar belakang penjajahan pada tahun 1936-1939 yang kala itu bangsa Spanyol oleh Nazi (German) mengisahkan seorang tentara Spanyol yang berjuang memperjuangkan hak kaum mereka. Film ini di angkat dari sebuah kisah nyata, dan mengedepankan sisi perjuangan, kesatuan, dan integritas. Banyak dari adegan film yang menampilkan sisi kejam dari seorang penjajah, dengan beberapa sajian kekerasan, pelecehan, hingga ha-hal yang sangat menggambarkan kekejaman Nazi pada Spanyol di masa itu. Di perankan oleh Mario Casas sebagai seorang tentara Spanyol yang gemar untuk mengabadikan momen melalui kamera yang ia pinjam dari seorang Tentara Belanda yang ia kenal sebagai mentor dalam mengembangkan bakatnya sebagai seorang fotografer. Mario Casas yang berperan sebagai Francoise Boix memiliki karakter yang berani dan tangguh. Ia memimpin pasukan tentara sandraan Nazi guna mengatur strategi bagaimana mereka akan lolos dari kekejaman yang Nazi lakukan terhadap mereka.
| Poster Film The Photograph of Mauthausen |
Film ini menarik karena memilih sajian dokumenter penjajahan yang kemudian memunculkan sikap emosional penonton yang muncul secara reflek, sesaat setelah melihat beberapa scene yang memperlihatkan adegan kekerasan juga kesedihan mendalam. Pesan tersurat yang muncul dalam setiap sorot mata, tutur kata aktor benar-benar dirangkum dalam satu sajian film yang ciamik. Dipadukan dengan kontras warna biru, ini mengantarkan pesan secara langsung pada penonton, jika situasi yang pemain lakukan sangat mencekam, dingin dan sadis. Namun diluar nilai estetika yang ditampilkan dalam segi editing dan pemilihan tone warna , sudut pandang penonton yang difokuskan pada tentara sebagai objek penjajahan, membuat rasa simpati dan nasionalisme sangat terasa kental dan dalam.
Film yang mengangkat tema fotografi ini juga menantang adrenalin, dimana setiap moment sang pemeran utama yakni Fran dan juga rekan se-bangsanya mencoba untuk melarikan diri. Aksi yang dilakukan oleh Tentara Nazi sungguh memberikan kesengsaraan, tawanan Spanyol di bunuh dengan cara sadis dan tidak memikirkan asas kemanusiaan. Alasan setiap scene yang di tampilkan juga memiliki makna yang membekas dalam memori. Moment dimana akhirnya Fran di percayai untuk dapat mengabadikan moment Nazi yang kejam, seakan membuka mata Fran atas segala perlakuan kotor yang di lakukan Nazi pada bangsanya.. Franz yang namanya diangkat oleh Paul, yakni salah satu golongan Nazi dengan hati yang baik, membawa Fran semakin dikenal dan dipercaya oleh golongan Nazism untuk dapat mengabadikan moment terbaiknya. Fran memanfaatkan momen ini untuk terus memperdalam skill foto yang ia miliki dengan bermodalkan kamera dari Paul
Karena kedekatannya dengan tentara Nazi, Fran sering untuk diajak dan mengabadikan beberapa kejadian keji yang dilakukan oleh mereka. Fran di percaya karena ia berada pada bawah naungan Paul. Ketika sudah bekerja untuk mengabadikan momen, ia dan Paul akan pergi ke ruang gelap, yang digunakan untuk mencuci foto negatif mereka. Hingga akhirnya, Fran menemukan satu dokumentasi lengkap kekejaman Nazi terhadap Spanyol yang tersimpan rapih dalam album berupa foto negatif. Atas kepiawaiannya dalam dunia fotografi, ia yang mengetahui saat menerawang foto itu, langsung memantapkan niatnya untuk melarikan diri bersam tawanan lainnya, ia menyimpan dokumen tersebut dan menjaganya. Bermodalkan hal ini, ia menyampaikannya pada rekan tawanannya, dan mulai merancang strategi yang mantap. Agar mereka bisa melarikan diri tanpa harus terbunuh. Ia menyusun strategi untuk menyebar beberapa lembar foto pada setiap tawanan agar aman.
Sayang seribu sayang, karena pada saat strelisisasi tempat, foto negatif yang Fran simpan ditemukan oleh tentara Nazi. Yang akhirnya Fran ditahan dalam sel untuk sementara waktu. Tentara Nazi yang menyadari jika Fran telah mencuri dokumen itu, dengan sigap menginterograsi nya dengan tujuan akan membakar dokumen tersebut. Tentara Nazis berniat membakarnya karena German telah kalah oleh Uni Soviet, yang membuat mereka takut dihukum jika mereka juga kalah akan Uni Soviet. Di tahanan sel, Fran bertemu dengan karibnya yang menyampaikan jika ia rela mati untuk bangsanya. Mendengar hal ini, Fran sedih dan merasa putus asa, karibnya juga menyampaikan jika ia bungkam sampai akhir pertahanan dan menyimpan lembar foto yang diberikan Fran. Fran menyimpannya dengan baik, dengan tekad yang kuat ia tak buka suara saat di interograsi oleh Nazi.
Hingga tiba saatnya, ketika kamp di Mauthausen di bom dan diserang oleh sekutu. Tentara Nazism kocar-kacir mengahadapi serangan sepihak ini, melihat hal ini tawanan bersikeras untuk melawan dan melarikan diri. Fran yang juga menyadari hal ini, segera ketempat ia menyimpan lembar foto negatif dan ke ruang gelap yang disana ia bertemu Paul. Alih-alih dendam dan membunuhnya, Fran hanya mengambil kamera milik Paul. Spanyol merdeka akan Nazi (German) dan Fran melajutkan tekadnya untuk melaporkan setiap dokumentasi kekejaman Nazi oleh Spanyol. Fran juga menjadi fotografer handal yang terus mengembangkan potensinya.
Nilai yang tersurat dalam film ini adalah untuk tidak putus asa untuk meraih mimpi yang kamu usahakan. Siapapun kamu, darimana asalmu tidak akan merubah mimpi yang kamu miliki selagi kamu perjuangkan. Solidaritas menjadi nilai penting apabila kamu ingin mencapai kesuksesan bersama. Kejujuran rekan satu tim, tekad yang kuat, serta komitmen akan membaw kita pada tim yang berhasil dan berjaya. Dengan film ini, generasi sekarang menjadi tahu, jika kekejaman German terekam dan terdokumentasi dengan baik yang dirangkum pada film The Photogaph of Mauthausen. Secara keseluruhan film ini di kemas dengan penuh ketelitian, mulai dari pembuatan suasana, latar belakang, pemilihan aktor, tempat, hingga tata letak kamera dan sudut pandang sukses membawa pesan yang coba disampaikan oleh Mar Targarona sebagai sutradara